Selasa, 18 Februari 2014

Walikota Padang Marah Sama PKS

Padang --
Di akhir masa jabatannya sebagai wali kota Padang, Fauzi Bahar kesal dengan unjuk rasa Forum Masyarakat Minangkabau menolak investasi Grup Lippo. Dia menuding demo itu difasilitasi oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno.

Saat menyampaikan pidato perpisahan, Senin (17/2), Fauzi terlihat emosi. Politikus Partai Amanat Nasional itu heran masih ada saja pihak-pihak menggunakan politik kotor untuk menyerang dirinya setelah 10 tahun menjabat.

"Saya juga ketua partai, tapi saya tidak pernah bawa-bawa partai saya ketika saya jadi wali kota. Sudah sangat kebangetan," ujarnya di hadapan ratusan warga.

Menurut Fauzi, pendemo datang dengan menggunakan mobil Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Selanjutnya, mereka ditampung di kantor gubernur sebelum bergerak menuju lokasi Fauzi menyampaikan pidato.

"Jangan jadikan kantor gubernur partai, PKS, enggak boleh. Harusnya gubernur adalah gubernur yang kita pilih sama-sama, gubernur provinsi Sumatera Barat," tuturnya.

"Tidak boleh terang-terangan demo saya ke sini ditampung di kantor gubernur, titik kumpul di sana di kantor gubernur, mobil lambang PKS. Jangan begitu lah di akhir saya menjabat ini, kasih lah yang baik," tambahnya.

Seharusnya kata Fauzi, Irwan yang merupakan politikus PKS melarang demo tersebut. "Seharusnya gubernur larang demo di sini, hanya hari ini saya jadi wali kota," tuturnya.

Letkol (Purnawirawan) TNI itu juga berpesan agar warga dapat lebih jernih memilih pemimpin selanjutnya. "Saya sampaikan ada di handphone ibu-ibu, sampaikan ke sanak saudara kita semua, kalau PKS lagi anda ingin kacau negeri ini," katanya.

Setelah menutup pidatonya, Fauzi yang mengenakan pakaian Korpri dan peci hitam tidak dapat menahan emosinya. Kata-kata kasar pun meluncur dari mulutnya. "Terima kasih. Assalamuallaikum. Kurang ajar, anjing semuanya," kata Fauzi sambil berlalu.

Mendengar itu pembawa acara coba menenangkan. "Sabar bapak wali kota setelah 10 tahun berjuang untuk kota Padang. Kita ucapkan selamat."
(Merdeka)

Tidak ada komentar: