“RINTIHAN
“TERAKHIR” MASJID AL AQSHA” KARYA M. LILI NUR AULIA
Dikutib dari Majalah Tarbawi (edisi 221
Th.11)
“Mungkin ini seruan kami yang terakhir,
sebelum runtuhnya Masjid Al Aqsha..” Dengan suara bergetar menahan gemuruh
dalam jiwanya, kalimat ini disampaikan Hakim Agung Palestina, Taeser At Tamimi
dalam konferensi pers di Ramallah, Tepi Barat. Kata-kata itu sebenarnya begitu
mampu membentak jiwa semua Muslim. Lalu iapun melanjutkan, “Umat Islam harus
segera bangun dari tidurnya…”
Kata-kata
di atas bukan berlebihan. Masjid Al Aqsha yang menjadi kiblat pertama umat
Islam, sudah lebih dari separuh abad dikuasai oleh Zionis Israel. Syaikh Raid
Shalah, took utama Harakah Islamiyah Palestina 1948, bahkan menyuarakan
pandangannya yang lebih memprihatinkan. Menurutnya, hanya dalam waktu enam
bulan pertama di tahun 2010 ini, akan terjadi peristiwa besar yang mengancam
keruntuhan Masjid Al Aqsha. Kepada Quds
Pers ia menyatakan, “Sudah banyak indikator bahwa paruh pertama tahun 2010
ini akan terjadi peristiwa besar dalam masalah Masjid Al Aqsha. Akan terjadi
sejumlah peristiwa berbahaya sekali terkait Al Aqsha.”
Syaikh
Raid Shalah yang baru saja dijatuhi hukuman penjara 9 bulan oleh pengadilan
Israel mengatakan takkan pernah surut mengingatkan umat Islam untuk segera
bertindak menyelamatkan Al Aqsha. Sebab, menurutnya lorong-lorong bawah tanah
Masjid yang terus digali oleh Zionis Israel sudah sangat banyak dan saling
berhubungan. “Zionis Israel kini tengah berusaha menggabungkan lorong-lorong
itu satu sama lainnya, hingga menjadi satu-kesatuan yang seluruhnya berada di
bawah Masjid Al Aqsha dan Al Quds lama serta
kampong Silwan” tandas Shalah yang mengaku telah mensurvei ke sejumlah
lokasi yang menegaskan adanya bahaya longsoran tanah kian mengancam berbagai
sisi Masjid Al Aqsha.
Ketua
Uskup Kristen Ortodoks di Jerussalem, Athalla Hana, yang hadir dalam konferensi
pers bersama Taeser turut menyatakan keprihatinannya atas ulah Israel di
wilayah Masjid Al Aqsha, yang kebetulan bersebelahan dengan Gereja Al Qiyamah
dan memiliki nilai sejarah tinggi bagi kaum Nasrasi. Ia mengatakan, “Penggalian
bawah tanah yang terus menerus dilakukan penjajah Zionis Israel mempunyai
target memalsukan sejarah bangsa Arab baik Muslim maupun non Muslim. Mereka menggali lorong di bawah tanah untuk
merubuhkan banguan yang ada di atas tanah.”
Menurut
Hana, pihaknya benar-benar telah melihat langsung bagaimana hamper semua tempat
yang menjadi pilar utama bangunan suci milik Islam dan Nasrani di arena Masjid
Al Aqsha, sudah rawan roboh. “Kerapuhan dan kerawanan ini merupakan peringatan
yang sangat berbahaya, karena benar-benar mengancam robohnya Masjid Al Aqsha
dan Gereja Al Qiyamah,” jelas Hana.
Beberapa
waktu lalu, (19/1) temukan pengeroposan tanah hingga terjadinya lubang akibat
longsoran tanah di Lembah Helwah, jalan
Silwan Jerussalem. Berbagai panggilan Israel di lokasi itulah penyebabnya. Dan jalan
Silwan hanya berjarak sekitar 300 meter
dari Masjid Al Aqsha. Saksi mata mengatakan, longsoran itu menyebabkan
terbentuknya lubang yang panjangnya empat meter dan kedalaman tiga meter serta
lebar satu meter. Jawad Siyam dari Komite Pembelaan Distrik dan Lembah Helwah
menyebutkan bahwa longsoran itu terjadi tepat di atas terowongan yang tengah
digali oleh Israel.
Al
Aqsha memang sudah lama merintih. Namun rintihan itu tampaknya masih belum bisa
menggugah penguasa Negara Islam untuk mengobati, merawat dan membebaskannya
dari cengkraman Zionis. Menurut Hakim Agung Taeser, kini kondisi Al Aqsha
benar-benar sangat berbahaya. Ia pun mengatakan berulangkali pihaknya
mengimbau, berteriak, bahwa akibat penggalian bawah tanah yang dilakukan Israel
dengan dalih penelitian arkeologi atau perluasan infrastruktur kota itu,
dipastikan memberi ambruknya Masjid Al Aqsha. “Kejadian di Salwan terakhir itu menunjukkan bahwa kekhawatiran
itu kini benar-benar telah terjadi. Dan Masjid Al Aqsha mungkin tidak lama lagi
akan roboh…” urai Taeser.
Ini
bukan pertama kalinya para tokoh agama Islam dan Kristen menyuarakan ancaman
kehancuran Masjid Al Aqsha. Tapi Taeser
Tamimi kali ini mengatakan, ancaman itu sudah benar-benar terjadi sebagainya
dan dikhawatirkan ancaman itu akan menimpa Masjid Al Aqsha. “Teriakan-teriakan
yang kami dilakukan selama ini seperti teriakan di sebuuah lembah yang dalam,
hingga taka da yang mau mendengar. Tapi kini, masjid Al Aqsha benar-benar di
ambang keruntuhan..” ujar Taeser.
Israel
memulai peningkatan eskalasi penggalian bawah tanah pada bulan Februari 2007. Dimulai
dari sisi Pintu masuk Al Aqsha yang bernama Al Maghariba, yang langsung
mengarah pada area Al Haram Al Qudsi, tempat berdirinya masjid Al Aqsha. Zionis
Israel berdalih, mereka sedang melakukan perluasan jalan dan membangun jembatan
ke Masjid Al Aqshaa sekaligus Tembok Ratapan yang disucikan oleh orang Yahudi. Tapi,
kenyataannya tidak begitu. Para saksi mata dan lembaga perlindungan Masjid Al
Aqsha justru menemukan lorong bawah tanah yang jumlahnya di atas 60 lorong dan
juga jembatan yang bisa membuat pilar masjid semakin rapuh dan akan runtuh.
Pahala Luar Biasa
Al Aqsha memiliki nilai istimewa begi
umat Islam. Pahala shalat di dalamnya, menurut hadits yang paling shalih lebih
utama dari pada 250 shalat dibandingkan masjid lainnya. Abu Dzar radhiyallahu’anhu
bercerita, “Kami berbincang-bincang di sisi Rasulullah SAW tentang mana yang
lebih utama dari dua masjid; Masjid Nabawi dan Masjid Baitul Maqdis, lalu
Rasulullah, lalu Rasulullah bersabda, “Sekali Shalat di masjidku ini lebih baik
dari pada empat kali shalat di sana, dan dia sebaik-baik mushalla…” (HR.
Thahawi, Hakim, Baihaqi dan Thabrani. Lihat SilsilahShahihah: Syarah hadits
2902, 6/401; Al-Tsamr Al-Mustathab: 1/548-549)
Selain itu, ada pula hadits
Maimunah radhiyallahu ‘anha yang mengatakan bahwa shalat di Masjid Al Aqsha
sama dengan 1000 shalat. Kemudian hadits Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu
meneybutkan sama dengan 500 shalat. Ada yang mencoba menganalisa dengan
mengatakan: Pertama-tama Allah menjadikan keutamaan shalat di Masjid Al Aqsha
setara dengan 250 shalat, kemudian dinaikkan jadi 500 shalat, kemudian menjadi
1000 shalat sebagai karunia dari Allah SWT.
Apakah kita bisa menerima pahala
luar biasa itu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar